Uncategorized

250 Ton Beras Ilegal Masuk RI, Mentan Amran Sulaiman: Ini Pelanggaran Instruksi Presiden!

Jakarta || Fokus Tajam.com

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menerima laporan tentang 250 ton beras impor ilegal yang masuk ke Indonesia melalui Sabang, Aceh. Beras tersebut masuk tanpa izin dari pusat, sehingga Amran langsung memerintahkan penyegelan gudang dan berkoordinasi dengan Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk menghentikan peredaran beras tersebut.

“Kalau sudah panglima tertinggi bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak, seluruh warga negara Indonesia, apalagi aparat atau pegawai harus patuh,” tegas Amran.

Ia mengungkapkan, kecurigaan pemasukan beras tersebut sudah direncanakan, karena izin impor dari Thailand telah terbit sebelum rapat koordinasi digelar di Jakarta pada 14 November.

Amran membantah harga beras Thailand dan Vietnam lebih murah menjadi alasan impor beras tersebut. Menurut dia, murahnya beras tersebut lantaran Indonesia tidak mengimpor beras. “Iya, memang murah karena Indonesia tidak mengimpor beras. Dua tahun terakhir kita impor 7 juta ton lebih. Itu nilainya dengan jagung kurang lebih Rp 100 triliun,” ungkap dia.

Saat ini stok beras Indonesia melimpah. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan pada akhir tahun ini produksi padi Indonesia mencapai 34,7 juta ton. Artinya ada kenaikan 4,15 juta ton, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Gudang beras di Sabang, Aceh, telah disegel karena melakukan impor beras secara ilegal. Beras asal Thailand tersebut tiba di Indonesia pada tanggal 16 November 2025, namun saat itu beras tersebut belum dilakukan pembongkaran. Kemudian, pada tanggal 22 November beras itu lalu dibongkar, lalu dibawa ke gudang perusahaan tersebut.

Pemerintah akan mengusut tuntas pelaku impor ilegal ini dan memastikan tidak ada satu pun butir beras yang keluar dari gudang sebelum proses hukum berjalan. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini dan tidak akan mentolerir pelanggaran instruksi Presiden,” tegas Amran.

Timred

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *