Uncategorized

Jalan Cisalak Diduga Rusak Setelah Sepekan Diperbaiki, Video Viral dan Warga Minta Pemerintah Bertindak

SUKABUMI || Fokus Tajam.com

Sebuah video yang memperlihatkan kondisi Jalan Cisalak di Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menjadi viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Djaka Pamungkas pada Senin (17/11/25) dan langsung menyebar luas karena menampilkan dugaan kerusakan jalan yang terjadi hanya dalam kurun waktu sekitar satu minggu setelah proses perbaikan dilakukan.

Dalam rekaman berdurasi 50 detik itu, perekam tampak menunjukkan kondisi aspal yang mudah terangkat hanya dengan sentuhan tangan. Lewat bahasa Sunda, ia mengungkapkan rasa kecewanya terhadap mutu pekerjaan yang dinilai tidak sesuai standar. Beberapa bagian permukaan jalan tampak retak, rapuh, dan terkelupas, seolah-olah tidak memiliki daya rekat yang kuat.

Video tersebut kemudian memancing beragam reaksi dari warganet, terutama dari masyarakat Kecamatan Cisolok dan sekitarnya, yang merasa kualitas pembangunan infrastruktur di wilayah mereka masih perlu mendapat pengawasan lebih ketat.

Dalam video itu, perekam menyebut bahwa pekerjaan perbaikan jalan tersebut memiliki anggaran sekitar Rp190 juta. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana sumber pendanaan proyek tersebut berasal. Informasi apakah itu menggunakan alokasi anggaran desa, dana kabupaten, atau anggaran dari dinas teknis terkait masih menunggu klarifikasi resmi.

Pihak pemerintah desa maupun instansi di tingkat kabupaten belum memberikan pernyataan terbuka terkait nilai anggaran, mekanisme pekerjaan, ataupun pihak pelaksana proyek.

Tidak adanya papan informasi proyek, sebagaimana yang kerap dipertanyakan warganet di kolom komentar, turut memicu spekulasi mengenai transparansi pengerjaan.

Tak butuh waktu lama, unggahan itu dibanjiri komentar dari pengguna media sosial. Sebagian besar mempertanyakan kualitas pengerjaan dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak pelaksana, termasuk instansi pengawas dan pemberi anggaran.

Beberapa warga menyebutkan bahwa kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila dibiarkan tanpa perbaikan ulang. Bahkan ada yang mempertanyakan kompetensi kontraktor yang menangani proyek tersebut, mengingat kerusakan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Hingga berita ini dipublikasikan, Pemerintah Desa Pasir Baru maupun dinas teknis terkait di Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi mengenai polemik tersebut.

Publik pun masih menunggu jawaban resmi untuk memastikan apakah kerusakan itu terjadi akibat faktor cuaca, kesalahan teknis, material tidak sesuai standar, atau dugaan kelalaian lainnya.

Kasus seperti ini menambah daftar panjang kritik masyarakat terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur yang dinilai kurang pengawasan. Warga berharap, pemerintah desa dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah untuk memberikan klarifikasi, memastikan transparansi anggaran, dan menjamin bahwa pengerjaan ulang—jika diperlukan—dilakukan sesuai standar teknis.

Timred

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *