Proyek Tol 32 Km Senilai Rp12,3 Triliun Jadi Dinamo Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jakarta, Fokus Tajam || Proyek pembangunan jalan tol sepanjang 32 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp12,3 triliun tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi baru, tetapi juga menjadi dinamo penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran tol ini diharapkan mampu memperkuat arus logistik dan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif sebesar 8 persen, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek tol ini merupakan langkah nyata untuk memperkokoh fondasi ekonomi nasional tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Tol ini adalah langkah nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional, tanpa membebani APBN,” ujar Menteri Dody Hanggodo.
Program strategis ini merupakan bagian dari inisiatif “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” yang dijalankan sebagai wujud implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan pembangunan jalan tol ini, diharapkan arus logistik akan semakin lancar sehingga menarik lebih banyak investasi, sekaligus membuka peluang kerja baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Purwanto

